Cara Membuat Surat Kuasa

Pasal 1792 KUH Perdata mengatur bahwa: Pemberian kuasa adalah suatu persetujuan dengan mana seorang memberikan kekuasaan kepada seorang lain, yang menerimanya, untuk dan atas namanya menyelenggarakan suatu urusan”. Sehubungan dengan itu, pada praktik dikenal dua bentuk Surat Kuasa, yaitu Surat Kuasa (Umum) dan Surat Kuasa Khusus.

Surat Kuasa (Umum) merupakan surat kuasa umum yang diatur dalam Pasal 1795 KUH Perdata. Menurut pasal ini, kuasa umum bertujuan memberi kuasa kepada seseorang untuk mengurus kepentingan pemberi kuasa :

  • untuk melakukan tindakan pengurusan harta kekayaan pemberi kuasa
  • pengurusan itu, meliputi segala sesuatu yang berhubungan dengan kepentingan pemberi kuasa atas harta kekayaannya.

Dengan demikian, titik berat kuasa umum, hanya meliputi perbuatan atau tindakan pengurusan kepentingan pemberi kuasa. Contoh pembuatannya sebagai berikut:

Surat Kuasa Khusus pembuatannya mengacu pada SEMA No. 2/59 jo. SEMA No. 6/94. Berdasarkan SEMA tersebut ditetapkan bahwa Surat Kuasa Khusus sekurang-kurangnya memuat:

  • menyebut dengan jelas dan spesifik surat kuasa (memperoleh hak ttt)
  • menyebut kompepensi relatif, (Pengadilan ttt)
  • menyebut identitas dan kedudukan para pihak, (subjek ttt)
  • menyebut secara ringkas dan konkrit pokok dan objek sengketa yang diperkarakan.

Contoh pembuatannya sebagai berikut:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
WhatsApp chat