Bagaimana Perhitungan Upah Lembur ?

Permasalahan upah kerja lembur juga merupakan hal yang sangat menarik untuk diperhatikan. Meskipun terdapat peraturan perundang-undangan yang mengatur secara jelas dan tegas, baik di dalam UU 13/2003 maupun Kepmen 102/2004,[1] namun faktanya, masih saja dapat ditemukan pengusaha yang melanggar ketentuan tersebut. Seperti, tindakan memberikan upah lembur secara lum sum. Tidak peduli berapa lama seorang pekerja melakukan kerja lembur, tetap saja diberi upah dengan jumlah tertentu oleh pengusaha.

Upah lembur merupakan upah yang diberikan ketika pekerja yang bekerja melebihi waktu kerja yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan, yaitu pekerja yang berkerja: lebih dari 8 jam sehari untuk 5 (lima) hari kerja; lebih dari 7 jam sehari untuk 6 (enam) hari kerja; atau jumlah akumulasi kerjanya lebih dari 40 Jam. Disamping itu, upah lembur juga diberikan kepada pekerja yang bekerja pada waktu istirahat mingguan dan hari libur  resmi yang ditentukan oleh Pemerintah.

Pelaksanakan kerja lembur harusdilakukan dengan persetujuan pekerja, dengan kata lain tidak diperkenankan adanya paksaan dari pengusaha, sehingga tidak diperkenankan adanya ancaman sanksi (seperti pemberian Surat Peringatan) bagi pekerja yang tidak bersedia untuk kerja lembur.[2] Disamping harus dengan persetujuan pekerja, kerja lemburhanya dapat dilakukan paling banyak 3 (tiga) jam dalam 1 (satu) hari dan maksimal 14 (empat belas) jam dalam 1 (satu) minggu, kecuali kerja lembur yang dilakukan pada waktu istirahat mingguan atau hari libur resmi.

Dalam pelaksanakan kerja lembur, pengusaha berkewajiban untuk: membayar upah kerja lembur; memberi kesempatan untuk istirahat secukupnya; serta memberikan makanan dan minuman. Pemberian makan dan minuman tersebut sekurang-kurangnya 1.400 kalori, yang tidak boleh diganti dengan uang.[3]

Pada dasarnyaperhitungan upah lembur didasarkan pada upah bulanan. Dimana upah dalam satu jam-nya adalah 1/173 kali upah sebulan. Untuk lebih jelasnya perhitung tersebut berdasarkan rumusan berikut ini :[4]

Perhitungan Upah Lembur Pada Hari Kerja

Perhitungan Upah Lembur Pada Hari Istirahat dan/atau Hari Libur



[1] Indonesia, Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi tentang Waktu Kerja Lembur Dan Upah Kerja Lembur. Kepmenaker102 /MEN/VI/2004, tanggal 25 Juni 2004.

[2] Pasal 74 ayat (1) huruf a UU 13/2003.

[3] Kepmenaker No. 102 /MEN/VI/2004, Pasal 7.

[4] Kepmenaker No. 102 /MEN/VI/2004, Pasal 8.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
WhatsApp chat